Puasa Asyura biasanya dilakukan di tanggal 10 Muharram, dimana puasa ini termasuk salah satu puasa sunah. Namun, menurut pendapat Imam Asy- Syafi’i dan ulama Syafi’iyyah, Imam Ahmad, Ishaq dan lainnya mengatakan bahwa dianjurkan (disunnahkan) berpuasa pada hari kesembilan dan kesepuluh sekaligus. Karena Nabi Muhammad saw berpuasa pada hari ke-10 dan berniat (berkeinginan) berpuasa juga pada hari ke-9.
Latar Belakang Puasa Asyura
Ketika Nabi Muhammad saw. tiba di Kota Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa di hari Asyura’. Beliau bertanya, “Hari apa ini?”
Mereka menjawab, “Hari yang baik, hari dimana Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuhnya, sehingga Musa pun berpuasa pada hari ini sebagai bentuk syukur kepada Allah.”
Akhirnya Nabi Muhammad saw bersabda,”Kami (kaum muslimin) lebih layak menghormati Musa daripada kalian. Kemudian Nabi Muhammad saw berpuasa dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa. (HR. Bukhori)
Sebagaimana diriwayatkan dalam hadis yang sahih oleh Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: “Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadan adalah puasa pada bulan Allah (Muharram), dan salat yang paling utama setelah salat wajib adalah salat malam.” (HR. Muslim no. 1163).
Keutamaan Puasa Asyura
Dilipatgandakan Pahala
Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya darah, harta, dan kehormatan semua haram (mulia) atas kalian seperti mulianya hari ini, di negeri ini, dan di bulan ini. Dan sesungguhnya kalian akan menghadap Tuhanmu sekalian dan Dia akan bertanya kepada kalian tentang amal perbuatan kalian.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis ini mengingatkan kita betapa mulianya bulan Muharram, yang disamakan dengan kemuliaan hari-hari besar dalam Islam, seperti hari Arafah, dan di negeri yang mulia seperti Mekah. Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah di bulan Muharram, termasuk puasa, salat sunnah, zikir, dan berbagai bentuk amal kebaikan lainnya.
Menghapus Dosa
عَنْ أَبِي قَتَادَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ صِيَامٍ يَوْمٍ عَاشُورَاءَ، فَقَالَ: يُكَفِّرُ السَّنَةَ المَاضِيَةً. (رواه مسلم)
Artinya: “Diriwayatkan dari Abu Qatadah ra: sungguh Rasulullah SAW bersabda pernah ditanya tentang keutamaan puasa hari Asyura, lalu beliau menjawab: ”Puasa Asyura melebur dosa setahun yang telah lewat.” (HR.Muslim)
