
Tahukah Anda mengapa Masjid Nabawi begitu istimewa? Dalam artikel ini, kita akan membahas mengenai sejarah masjid dan payung yang menjadi salah satu keistimewaan Masjid Nabawi. Simak selengkapnya yuk!
Sebelum menjadi bangunan megah seperti sekarang, Masjid Nabawi diawali dari sebuah bangunan sederhana yang dibangun oleh Nabi Muhammad SAW dan para sahabat. Selain menjadi tempat ibadah, masjid ini juga menyimpan beragam nilai sejarah dan spiritual seperti raudhah, makam Rasulullah SAW, payung membran, pusat peradaban Islam, dan kubah hijau.
Payung Membran di Masjid Nabawi
Penggunaan payung membran di Masjid Nabawi dimulai pada tahun 1994 sebagai bagian dari proyek renovasi besar-besaran. Struktur ini dipilih untuk memberikan perlindungan optimal bagi jamaah dari terik matahari dan hujan. Integrasi antara teknologi modern dan desain tradisional menciptakan harmoni visual yang menarik. Seiring perkembangan zaman, material dan teknik pembuatan payung membran di masjid ini terus ditingkatkan, menghasilkan struktur yang lebih efisien dan tahan lama.
Memiliki Lebih Dari 200 Payung
Setiap payung membran di Masjid Nabawi memiliki lebar 20 meter dan tinggi 25 meter. Payung ini memiliki beberapa kelebihan yaitu:
- Mampu menurunkan suhu hingga 8 derajat celcius
- Membran yang transparan pada payung menciptakan suasana terang di dalam ruangan (masjid)
- Membuka serta menutup secara otomatis sesuai waktu yang diatur
- Penggunaan payung membran di Masjid Nabawi merupakan contoh nyata dari inovasi arsitektur dalam dunia Islam. Struktur ini menunjukkan bagaimana teknologi modern dapat dipadukan dengan nilai-nilai tradisional untuk menciptakan bangunan yang fungsional dan indah.
Memberi Kenyamanan Lebih Untuk Para Jamaah
Pada umumnya, di Madinah memiliki suhu mencapai 40 derajat celcius, Hal inilah yang menyebabkan Masjid Nabawi menggunakan payung membran, dibuka sejak fajar hingga maghrib. Dengan adanya payung ini dapat melindungi dan memberi kenyamanan para jamaah Umroh/Haji dalam beribadah. Adapun dalam proses membuka payung yang bersamaan tidak sama sekali menimbulkan suara.
