
Ka’bah merupakan sebuah bangunan yang terletak di tengah Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi. Bangunan yang dibangun oleh Nabi Ibrahim AS ini sering disebut sebagai “Baitullah” atau “Rumah Allah”. Hal ini menunjukkan bahwa kedudukan Ka’bah sebagai tempat yang paling dekat dengan Allah SWT dan sebagai kiblat shalat seluruh umat muslim di dunia. Selain Ka’bah, ada 4 tempat yang dipercaya sebagai tempat untuk berdo’a yang mustajab. Mari kita simak keistimewaan tempat mustajab do’a sebagai tempat yang paling didambakan oleh seluruh umat muslim di seluruh dunia.
1. Multazam
Multazam adalah bagian dari dinding Ka’bah yang terletak di antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah. Tempat ini sangat dimuliakan oleh umat Islam dan diyakini sebagai tempat yang mustajab untuk berdoa. Biasanya tempat ini akan ramai dipenuhi jamaah umroh maupun haji ketika setelah melakukan tawaf. Para jamaah akan menempelkan tubuhnya pada dinding Multazam sambil memanjatkan doa-doa yang paling mereka harapkan.
2. Hijr Ismail
Hijr Ismail adalah sebuah area setengah lingkaran yang terletak di sebelah utara Ka’bah. Dinding rendah mengelilingi area ini, menjadikannya terlihat seperti sebuah pelataran yang terpisah namun tetap menjadi bagian yang sangat penting dari kompleks Masjidil Haram. Bangunan ini pernah menjadi tempat berteduh Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS (anaknya) saat membangun Ka’bah. Umat muslim meyakini bahwa berdoa di dalam Hijr Ismail insyaallah akan lebih mudah dikabulkan. Seiring berjalannya waktu dan perluasan Ka’bah, Hijr Ismail menjadi bagian yang terpisah namun tetap dianggap sebagai bagian dari Ka’bah.
3. Rukun Yamani
Rukun Yamani adalah salah satu sudut Ka’bah yang sangat dimuliakan oleh umat Islam. Letaknya berada di sebelah barat daya Ka’bah, tepat sebelum Hajar Aswad jika kita melakukan tawaf. Dinamakan Rukun Yamani karena menghadap ke arah Yaman.
4. Hajar Aswad
Hajar Aswad merupakan batu suci yang berasal dari surga, yang terletak di sudut tenggara Ka’bah. Beberapa amalan yang dapat dilakukan ketika posisi Anda dekat dengan Hajar Aswad adalah sebagai berikut:
- Mencium: Bagi jamaah haji dan umrah yang mampu menjangkaunya, disunahkan untuk mencium Hajar Aswad. Namun, karena banyaknya jamaah, seringkali hanya dapat mengusapnya.
- Berdoa: Setelah mencium atau mengusap, dianjurkan untuk memanjatkan doa-doa khusus.
- Menghadap ke arahnya: Saat tawaf, jamaah akan berusaha untuk menghadap ke arah Hajar Aswad saat melintasinya.
