
Shalat sunah dhuha merupakan salah satu shalat yang dianjurkan oleh Rasululah untuk dilaksanakan setiap umat muslim. Karena dibalik shalat dhuha ini insyaa allah akan mendapatkan nikmat begitu banyak. Baik untuk kesehatan jasmani dan rohani, maupun dalam kemudahan urusan dunia dan akhirat. Dikutip dari “Waktu Shalat Dhuha dalam Kajian Fiqih” oleh M Tatam Wijaya di NU online, Syekh Hasan bin ‘Ammar dalam kitab Maraqil Falah, menyebutkan duha adalah nama waktu yang diawali dengan naiknya matahari hingga sebelum tergelincir. Para ulama menjelaskan bahwa waktu dhuha adalah 15-20 menit setelah mata hari terbit (waktu syuruq) sampai 15 menit sebelum tiba waktunya sholat dzuhur.
عنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها قَالَتْ: (كَانَ رسُولُ اللهِ صلّى الله عليه وسلّم يُصَلِّي الضُّحى أَرْبَعاً، وَيَزِيدُ مَا شَاءَ الله). رَوَاهُ مُسْلِمٌ
Artinya: Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat Dhuha sebanyak empat rakaat dan menambah seperti yang dikehendaki oleh Allah.” (HR. Muslim, no. 719, 79)
Manfaat Mengerjakan Shalat Dhuha
Berikut beberapa manfaat yang didapatkan apabila seorang muslim mengerjakan shalat sunah dhuha.
1. Melapangkan rezeki
Allah akan mencukupkan rezeki umatnya apabila mengawali harinya dengan menunaikan shalat dhuha. Hal ini disampaikan dalam hadist riwayat Ahmad.
قاَلَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : يَقُوْلُ اللهُ عَزَّ وَ جَلَّ يَا بْنَ اَدَمَ لَا تـُعْجِزُ نيِ مِنْ اَرْبَعِ رَكَعَاتٍ فيِ اَوَلِ نَهَارِكَ اكْفِكَ اَخِرَهُ ( رواه أحمد)
Artinya: “Wahai anak Adam, janganlah engkau merasa lemah dari empat rakaat dalam mengawali harimu, niscaya Aku (Allah) akan menyukupimu di akhir harimu.” (HR. Ahmad)
2. Diberikan ampunan oleh Allah SWT
Shalat dhuha dapat dilakukan oleh setiap muslim agar selalu taat dan memohon ampunan kepada Allah swt atas dosa-dosa yang telah dilakukan. Hal ini disampaikan juga dalam hadist yang diriwayatkan oleh shahih al-Jami no.6346.
“Siapa pun yang melaksanakan sholat Dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan.” (Shahih al-Jami:6346)
3. Termasuk dalam golongan orang-orang yang mencari rahmat Allah SWT
4. Dibuatkan rumah di surga oleh Allah
Hal ini sesuai dengan isi hadist Nabi Muhammad saw dalam riwayat Tirmidzi dan Ibnu Majah:
مَنْ صَلَّى الضُّحَى اِثْنَتَي عَشْرَةَ رَكْعَةً بَنَى اَللَّهُ لَهُ قَصْرًا فِي الْجَنَّة ( رواه الترمذي)
Artinya :“Barang siapa shalat Dhuha 12 rakaat, Allah akan membuatkan untuknya istana di surga”. (HR. Tirmidzi dan Abu Majah).
5. Mendapatkan pahala sebesar pahala ibadah haji dan umroh
Diriwayatkan Anas bin Malik, Rasulullah bersabda:
“Barangsiapa melaksanakan sholat subuh berjamaah kemudian ia duduk sambal berdzikir kepada Allah hingga terbit matahari, lalu ia mengerjakan sholat dua rakaat, maka ia seperti memperoleh pahalanya haji dan umroh. (HR. Tirmidzi No. 586).
Mayoritas ulama menyampaikan hukumnya sunah apabila dilakukan dengan berjamaah atau sendirian. Karena Rasulullah juga pernah melakukan dengan keduanya
Ar- Rahbawi menjelaskan, bahwa waktu shalat Dhuha dimulai sejak matahari sudah naik kira-kira sepenggalah sampai dengan tergelincir, tetapi yang paling utama dikerjakan sesudah lewat seperempat siang hari.
Shalat sunah dhuha dapat dikerjakan minimal 2 rakaat atau 4 rakaat, 6 rakaat, 8 rakaat, 10 rakaat dan maksimal 12 rakaat
اُصَلِّيْ سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى
Usholli sunnatadh dhuhaa rak’ataini mustaqbilal qiblati ada’an lillahi ta’aalaa.
Artinya: saya berniat mengerjakan sholat sunah dhuha dua rakaat semata-mata karena Allah ta’ala.
