
Syekh Yahya bin Mu’adz menyebutkan dalam kitab Duratun Nashihin, memaknai bulan Sya’ban dari masing-masing huruf penyusun kata. Kata Sya’ban berasal dari 5 huruf yaitu syin berarti asy-syafa’ah wasy syarafah (pertolongan dan kemuliaan), ‘ain berarti al-‘izzah wal karamah (kemuliaan dan kehormatan, ba’ berarti al- birr (kebajikan), alif berarti al-ulfah (kecondongan atau kasih sayang) dan nun berarti an-nur (cahaya atau menerangi). Maka dapat diartikan bahwa Sya’ban sebagai jalan di atas gunung yaitu jalan yang baik. Bulan ini menjadi kesempatan bagi seluruh umat muslim untuk melakukan ibadah dan meningkatkan keimanan. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Rajab adalah bulannya Allah, Sya’ban adalah bulanku, dan Ramadhan adalah bulan umatku”.
Beberapa keutamaan dalam bulan Sya’ban. Baik peningkatan dalam kualitas kehidupan di dunia maupun keimanan kepada Allah SWT.
1. Nisfu Sya’ban
Keistimewaan utama bulan Sya’ban terletak pada pertengahannya atau disebut sebagai Nisfu Sya’ban. Nisfu Sya’ban disebut juga laylah al-Syafa’ah (malam syafaat) sebagaimana diriwayatkan dalam satu hadis bahwa Rasul saw. memohon syafaat untuk umatnya kepada Allah SWT pada malam ke tiga belas, malam keempat belas, dan malam kelima belas di bulan Sya’ban. Imam al-Ghazali menjelaskan semua dosa selama setahun dihapus di malam tersebut.
Amalan-amalan yang dapat dilakukan di bulan Sya’ban yaitu berpuasa di hari Nisfu Syaban dan memperbanyak shalat di malam harinya. Hal ini telah diriwayatkan dalam hadis yang Sahih:
إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَقُومُوا لَيْلَهَا وَصُومُوا نَهَارَهَا.
Artinya: “Jika tiba malam Nisfu Sya’ban, maka sholatlah (sunnah) pada malam harinya (malam lima belas) dan berpuasalah (sunnah) pada siang harinya (hari kelima belas)”. (HR. Ibnu Majah)
2. Bulan Diangkatnya Amal Ibadah Umat Manusia
Syaban merupakan bulan diangkatnya amal ibadah seluruh umat manusia yang ada di bumi. Lalu diserahkan kepada Allah SWT.
Nabi Muhammad SAW bersabda,
ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
Artinya: “Bulan Sya’ban adalah bulan di mana manusia mulai lalai yaitu di antara bulan Rajab dan Ramadhan. Bulan tersebut adalah bulan dinaikkannya berbagai amalan kepada Allah, Rabb semesta alam. Oleh karena itu, aku amatlah suka untuk berpuasa ketika amalanku dinaikkan.” (HR Dawud, an-Nasa’i dan Ibnu Khuzaimah)
3. Bulan yang Diapit Dua Bulan Mulia
Sya’ban merupakan bulan yang diapit oleh dua bulan mulia, yakni Rajab dan Ramadhan. Namun, karena berada di antara keduanya, terkadang bulan Sya’ban justru terlupakan.
Rasulullah SAW bersabda:
ذاكَ شهر تغفل الناس فِيه عنه ، بين رجب ورمضان
Artinya: “Bulan Sya’ban adalah bulan yang biasa dilupakan orang, karena letaknya antara bulan Rajab dengan bulan Ramadhan.” (HR Abu Dawud dan Nasa’i)
4. Turunnya Ayat Perintah Bershalawat Kepada Nabi
Pada bulan Syaban terdapat berbagai peristiwa, salah satunya adalah turunnya ayat Alquran yang menganjurkan membaca shalawat kepada Rasulullah SAW. Ayat tersebut terdapat pada surah Al-Ahzab ayat 56.
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Artinya: “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS Al-Ahzab Ayat 56)
