Sejarah Kota Jeddah
Jeddah berasal dari kata “jaddah” yang berarti “nenek” dalam bahasa Arab, merujuk pada keyakinan bahwa Hawa, istri Nabi Adam, dimakamkan di daerah ini. Zaman kuno dulu Jeddah dikenal dengan desa para nelayan. Hingga saat ini Jeddah menjadi kota pelabuhan utama di Arab Saudi, telah lama menjadi pusat perhatian dunia (pusat perdagangan dan budaya), terutama bagi umat Muslim. Perkembangan ini terjadi pada masa khalifah Ustman bin Affan abad ke-7M.Letaknya yang strategis di tepi Laut Merah menjadikan Jeddah sebagai gerbang masuk utama bagi para jamaah yang ingin menunaikan ibadah haji dan umrah ke Mekah.
Mengapa Jeddah dianggap Istimewa?
- Kota Kosmopolitan: Jeddah adalah perpaduan unik antara tradisi Islam dan pengaruh budaya internasional.
- Arsitektur Khas: Kota tua Jeddah dengan bangunan-bangunan bersejarahnya yang bergaya arsitektur tradisional Hijazi adalah daya tarik tersendiri.
- Kuliner Lezat: Seafood segar dan hidangan khas Arab Saudi menjadi surga bagi para pecinta kuliner.
- Pusat Bisnis: Jeddah adalah pusat bisnis yang penting di Arab Saudi, dengan banyak perusahaan multinasional yang berkantor di sini.
- Pintu Gerbang Menuju Mekah: Sebagai kota yang paling dekat dengan Mekah, Jeddah memiliki peran penting dalam melayani para jamaah haji.
Tips Berkunjung ke Jeddah
- Waktu Terbaik: Musim dingin (November hingga Maret) adalah waktu terbaik untuk mengunjungi Jeddah karena suhu yang lebih sejuk.
- Pakaian: Kenakan pakaian yang sopan dan menutup aurat, terutama saat mengunjungi tempat-tempat suci.
- Transportasi: Anda bisa menggunakan taksi, bus, atau aplikasi transportasi online untuk berkeliling kota.
