Memaknai Sa’i dalam Haji dan Umroh

Secara bahasa, sa’i berarti berjalan kecil atau lari-lari kecil. Dalam Al-qurán Surah Al-Baqarah ayat 158 Allah memerintahkan umat muslim untuk melaksanakan sa’i saat menjalankan ibadah haji atau umroh.

اِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَاۤىِٕرِ اللّٰهِ ۚ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ اَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ اَنْ يَّطَّوَّفَ بِهِمَا ۗ وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًاۙ فَاِنَّ اللّٰهَ شَاكِرٌ عَلِيْمٌ

Artinya: “Sesungguhnya Shafa dan Marwah merupakan sebagian syiar agama Allah. Maka siapa beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, tidak dosa baginya mengerjakan sa’i antara keduanya.”

Sa’i dilakukan dengan cara berjalan dan berlari-lari kecil dari Safa ke Marwah, tujuh kali bolak-balik. Dimulai dari Bukit Safa dan berakhir di Marwah, dengan syarat dan cara-cara tertentu.

Menurut Buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah Kementerian Agama, ada 4 syarat sa’i. Keempat syarat itu adalah:

  1. Dikerjakan setelah rangkaian tawaf selesai
  2. Dilakukan sebanyak tujuh kali putaran.
  3. Melaksanakannya dimulai dari Shafa dan berakhir di Marwa. Bukit Safa adalah tempat dimulainya sa’i untuk ibadah haji dan umroh yang memiliki jarak kurang lebih 100 meter dari Ka’bah. Sedangkan Marwa memiliki jarak kurang lebih 350 meter dari Ka’bah. Jarak antara Safa dan Marwah sekitar 450 meter, sehingga perjalanan tujuh kali berjumlah kurang lebih 3,15 kilometer. Kedua tempat itu dan jalan diantaranya sekarang berada di dalam bagian masjid.
  4. Dilakukan pada tempat sa’i, yaitu jalan memanjang antara Safa dan Marwah, sebab Nabi SAW mengerjakannya demikian. 

Tata Cara Melaksanakan Sa'i

Seperti disebutkan di atas, sa’i dilakukan setelah melakukan tawaf. Setelah itu, lakukan tahapan ini sebagai bagian dari tata cara melakukan ibadah sa’i:

1. Menuju ke Bukit Safa untuk memulai sa’i
2. Mendaki Bukit Safa sambil berzikir dan berdoa ketika hendak mendaki bukit
3. Menghadap kiblat dengan berzikir dan berdoa setiba di atas Bukit Safa
4. Melakukan sa’i disunahkan dengan berjalan kaki bagi yang mampu, dan boleh menggunakan kursi roda atau skuter matik bagi yang udzur
5. Memulai perjalanan sa’i dari Buki Safa menuju Bukit Marwa dengan berzikir dan berdoa
6. Melakukan sa’i disunahkan suci dari hadats dan berturut-turut tujuh putaran. Namun, boleh diselingi jika akan melakukan shalat fardhu atau yang lainnya
7. Melakukan perjalanan dari Bukit Safa dan mengakhirinya di Bukit Marwa dalam 7 kali perjalanan
8. Perjalanan dari Safa ke Marwa dihitung satu kali perjalanan. Sebaliknya, perjalanan dari Marwa ke Safa juga dihitung sebagai satu kali perjalanan. Dengan demikian, hitungan ketujuh berakhir di Marwa
9. Bagi jemaah laki-laki, disunahkan untuk melakukan ar-raml (berlari-lari kecil) saat melintas di sepanjang lampu hijau. Sementara, jemaah perempuan cukup berjalan biasa
10. Membaca doa dan zikir di sepanjang perjalanan sa’i dari Safa ke Marwa dan dari Marwa ke Safa
11. Membaca doa dan zikir setiap kali mendaki Bukit Safa dan Bukit Marwa dari ketujuh perjalanan sa’i
12. Membaca doa di Marwa setelah selesai melaksanakan sa’i, dan tidak perlu shalat sunah setelah sa’i

Jarak dari Bukit Safa ke Marwa adalah sekitar 400 meter. Dengan demikian, total perjalanan sa’i ditempuh dalam jarak sekitar 3 kilometer. Setelah selesai melakukan sa’i, maka jemaah mencukur atau memotong rambutnya yang juga biasa disebut dengan tahallul. Selesainya sa’i yang diakhiri dengan tahallul menandai terpenuhinya pelaksanaan rukun haji dan umrah.

Bacaan Do'a dan Niat saat Menjalankan Sa'i

Sebelum mulai mengerjakan sa’i para jamaah haji dan umrah dianjurkan untuk membaca niat sa’i di bawah ini:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرّحِيمِ أَبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللهُ بِهِ وَرَسُولِهِ

Artinya: “Dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang, aku mulai dengan apa yang telah dimulai oleh Allah dan Rasul-Nya.”

Kemudian ketika mengerjakan sa’i diantara bukit shafa dan marwah, doa yang bisa dibaca yaitu:

اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، كَبِيرًا وَالحَمْدُ لَِّلهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

Artinya:  “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Maka besar Allah segala puji bagi-Nya, Maha Suci Allah baik saat pagi maupun petang.”

Do’a di atas disebutkan di dalam kitab monumentalnya Imam Al Ghazali yakni Ihya Ulumuddin.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Hello
Can we help you?