Listrik Tak Pernah Padam: Intip Biaya Operasional Masjidil Haram

mekkah, kabah, masjid, mekkah, mekkah, kabah, kabah, kabah, kabah, kabah-2358306.jpg

Masjidil Haram merupakan jantung spiritual umat Islam di seluruh dunia. Namun, di balik itu, terdapat operasional berskala besar untuk melayani jutaan peziarah setiap tahunnya. Kebutuhan energi listriknya pun sangat signifikan, dengan tagihan bulanan yang mencengangkan. Pada April dan Mei 2025, biaya listrik masjid ini mencapai sekitar 15 juta Riyal Saudi, setara dengan lebih dari Rp 67,4 miliar.

Konsumsi Energi Raksasa untuk Kenyamanan Jutaan Jamaah

Masjidil Haram membutuhkan daya listrik yang sangat besar, diperkirakan mencapai hampir 100 megavolt ampere (MVA) setiap harinya. Konsumsi energi ini dialokasikan untuk berbagai fasilitas vital yang memastikan kenyamanan dan keamanan para jamaah, mengingat jumlah mereka yang bisa mencapai jutaan terutama pada musim haji dan umroh. Beberapa fasilitas utama yang menyedot daya listrik signifikan antara lain:

  • Penerangan yang Masif: Dengan 120.000 unit pencahayaan, Masjidil Haram harus terang benderang, terutama saat malam hari dan di area yang luas. Pencahayaan ini tidak hanya untuk keperluan ibadah tetapi juga keamanan dan estetika.
  • Sistem Pendingin Udara yang Canggih: Mengingat iklim Mekkah yang panas, keberadaan 883 unit pendingin udara dengan kapasitas total 155.000 ton menjadi kebutuhan krusial. Sistem pendingin ini menjaga suhu tetap nyaman di seluruh area masjid, baik di dalam bangunan utama maupun di pelataran.
  • Ventilasi dan Kabut: Selain AC, terdapat 4.323 kipas ventilasi dan sistem kabut yang membantu sirkulasi udara dan menurunkan suhu di area terbuka, terutama saat jamaah memadati pelataran.
  • Transportasi Internal: Untuk memudahkan pergerakan jamaah, Masjidil Haram dilengkapi dengan 519 eskalator yang membutuhkan daya listrik yang stabil.
  • Sistem Suara dan Informasi: 8.000 speaker digunakan untuk menyampaikan khutbah, adzan, dan informasi penting lainnya kepada jamaah. Selain itu, 100 layar interaktif juga memerlukan pasokan listrik untuk beroperasi.
  • Keamanan dan Pengawasan: Keamanan Masjidil Haram dipantau oleh 8.000 kamera pengintai yang beroperasi 24 jam, membutuhkan energi listrik yang konstan.
  • Fasilitas Pendukung Lainnya: Berbagai fasilitas lain seperti pompa air untuk wudhu dan toilet, sistem komunikasi, dan operasional kantor juga berkontribusi pada total konsumsi listrik.
Implikasi dan Pengelolaan Energi

Pengelola Masjidil Haram menyadari tingginya tagihan listrik dan berupaya menekan biaya melalui efisiensi dan teknologi hemat energi. Transparansi dan kehati-hatian dalam pengelolaan keuangan, mengingat sumber dana dari umat Islam, menjadi prioritas. Biaya listrik yang fantastis ini adalah konsekuensi logis dari skala operasional besar Masjidil Haram dalam memberikan layanan terbaik bagi jutaan jamaah internasional, sekaligus menggarisbawahi signifikansinya bagi umat Islam sedunia.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Hello
Can we help you?