Adab Ziarah Makam Rasulullah SAW

masjid, masjid nabawi, medina, muslim, mohammed, islam, haram, masjid nabawi, masjid nabawi, masjid nabawi, masjid nabawi, masjid nabawi, medina, haram-3589193.jpg

Masjid Nabawi, selain menjadi masjid kedua paling suci bagi umat Islam setelah Masjidil Haram, juga memiliki beberapa bagian dan tempat penting di dalamnya, yaitu Raudhah (taman surga)pelataran masjid, perpustakaan, makam Nabi Muhammad saw dan sebagainya. Makam Nabi menjadi salah satu tujuan dan pilihan jamaah ketika ziarah karena Rasulullah SAW adalah teladan bagi seluruh umat Islam. Mengunjungi makam beliau adalah salah satu cara untuk menghormati jasa-jasa beliau, meneladani akhlak mulia serta menambah kecintaan kepada Nabi Muhammad saw. Agar lebih mudah menemukan di mana lokasi makam Nabi, jamaah dapat melihat dan masuk ke bawah kubah hijau masjid Nabawi. Makam Nabi terletak berdampingan dengan dua makam sahabat nabi yaitu Umar bin Khattab ra. dan Abu Bakar Ash-Shiddiq ra.

Di bawah ini merupakan tujuh etika yang perlu dipahami oleh setiap umat islam jika ingin ziarah di makam Nabi Muhammad SAW.

1. Membaca Do'a Masuk Masjid

أَعُوْذُ بِاللهِ العَظِيْمِ وَبِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَسُلْطَانِهِ الْقَدِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ. أَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذُنُوْبِي وَافْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah di dalam hatiku cahaya dan di dalam lisanku cahaya, jadikanlah di dalam pendengaranku cahaya, jadikanlah di dalam penglihatanku cahaya, jadikanlah dari belakangku cahaya dan dari depanku cahaya, dan jadikanlah dari atasku cahaya dan dari bawah ku cahaya. Ya Allah, berilah aku cahaya.”

2. Membaca Shalawat Nabi dan Berdo'a

اَللهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ عَدَدَ الرَّمْلِ الرَّقِيْقِ صَلاَةً تَرْزُقُناَ بِهاَ مِنْ اَهْلِ التَّوْفِيْقِ وَتُبَلِّغُناَ بِهاَ الْحُضُوْرَ اِلىَ البَيْتِ الْعَتِيْقِ، وَزِياَرَةَ قَبْرِ نَبِيِّنا محمد صلى الله عليه وسلم وَقبر سيدنا اَبِيْ بَكْرٍ الصِّدِّيْقِ وَعَلىَ آَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

Artinya:

Ya Allah, curahkan rahmat atas junjungan kami, Nabi Muhammad, sebanyak butiran pasir yang halus, dengan rahmat itu, Engkau anugrahi kami termasuk orang yang mendapat taufik (kekuatan melakukan kebaikan), dan Engkau sampaikan kami hadir di Rumah Tua (Ka’bah), dan dapat ziarah ke makam Rasulullah Saw dan makam Sayidina Abu Bakar Al-Shiddiq. Juga atas keluarganya dan para sahabatnya, curahkan juga salam.

3. Memberi Salam di Makam Rasulullah

السَّلَامُ عَلَيْكَ يَا رَسُوْلَ اللهِ، السَّلَامُ عَلَيْكَ يَا خِيْرَةَ اللهِ مِنْ خَلْقِهِ، السَّلَامُ عَلَيْكَ يَا حَبِيْبَ اللهِ، السَّلَامُ عَلَيْكَ يَا سَيِّدَ المُرْسَلِيْنَ وَخَاتَمَ النَّبِيِّيْنَ، السَّلَامُ عَلَيْكَ وَعَلَى آلِكَ وَأَصْحَابِكَ وَأَهْلِ بَيْتِكَ وَعَلَى النَّبِيِّيْنَ وَسَائِرِ الصَّالِحِيْنَ:

Artinya: “Salam sejahtera bagimu wahai Rasulullah, salam sejahtera bagimu wahai makhluk pilihan Allah, salam sejahtera bagimu wahai kekasih Allah, salam sejahtera bagimu wahai penghulu para rasul dan penutup para nabi, salam sejahtera bagimu, keluargamu, sahabatmu, anggota keluargamu, para nabi, dan semua orang saleh.

4. Menyampaikan Salam Jika Ada Yang Berwasiat

السَلَامُ عَلَيْكَ يَا رَسُولَ اللهِ مِنْ فُلَانٍ بْنِ فُلَانٍ

Artinya: “Sejahtera atasmu wahai Rasulullah dari si fulan bin fulan (sebut nama kerabat dan sahabat yang menitipkan salamnya).”

5. Mengucapkan Salam Kepada Sahabat

Setelah berziarah ke makam Rasulullah saw., para jamaah bisa melanjutkan ke makam para sahabat yang berada di sebelah kanan. dan mengucapkan salam kepada Abu Bakar dan Umar bin Khattab. Berdo’a memohon syafaat Rasulullah saw.  kepada Allah SWT, berdo’a untuk diri sendiri, kedua orangtua, shabat-sahabatnya, orang yang dicintainya serta untuk seluruh umat muslimin di muka bumi. 

6. Mendatangi Raudhah

Raudhah dikenal sebagai “Taman Surga” karena diyakini sebagai salah satu tempat yang akan dipindahkan ke surga kelak. Ini didasarkan pada hadis Rasulullah SAW yang menyebutkan bahwa “Antara rumahku dan mimbarku adalah Raudhah (taman) di antara taman-taman surga. Saat di Raudhah, jamaah bisa memperbanyak amalan ibadah seperti shalat sunah tahiyatul masjid, shalat taubat, berdzikir dan berdo’a. 

7. Shalat Sunnah Sebelum Meninggalkan Raudhah​

اللَّهُمَّ لَا تَجْعَلْ هَذَا آخِرَ العَهْدِ بِحَرَمِ رَسُوْلِكَ وَيَسِّرْ لِيَ العَوْدَ إِلَى الحَرَمَيْنِ سَبِيْلًا سَهْلَةً بِمَنِّكَ وَفَضْلِكَ وَارْزُقْنِيَ العَفْوَ وَالعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَرُدَّنَا سَالِمِيْنَ غَانِمِيْنَ إِلَى أَوْطَانِنَا آمِنِيْنَ

Artinya: “Ya Allah, jangan jadikan ini akhir kesempatan pertemuanku dengan tanah haram rasul-Mu. Mudahkanlah aku untuk kembali ke dua tanah suci ini (Makkah dan Madinah) dengan mudah dan ringan dengan anugerah dan kemurahan-Mu. Anugerahkanlah aku ampunan dan afiat di dunia dan akhirat. Dan kembalikanlah kami ke tanah air kami dalam keadaan selamat, meraih banyak pahala, dan aman,” 
(Imam An-Nawawi, Al-Adzkar An-Nawawi, (Kairo, Darul Hadits: 2003 M/1424 H), halaman 195).

Adab adalah cerminan akhlak seorang Muslim. Semoga Allah SWT menerima ziarah kita dan mengampuni segala dosa kita. Mari kita jadikan ziarah ini sebagai momentum untuk memperbaiki diri dan meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT. 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Hello
Can we help you?