Ibnu Abbas yang merupakan keturunan Bani Abbasiyah dan terkenal berpengetahuan luas. Ia meninggal pada tahun 78 Hijriyah di usia 81 tahun. Tak jauh dari ia dimakamkan kini dibangun sebuah masjid yang dilengkapi dengan perpustakaan. Masjid Ibnu Abbas dibangun pada 592 H dilengkapi dengan berbagai fasilitas termasuk tempat shalat wanita yang terpisah. Makam Ibnu Abbas sendiri terletak di dekat tempat shalat wanita dengan pagar tinggi di sekeliling makam. Pengunjung hanya bisa menziarahinya dari balik tembok tinggi tersebut dan tak bisa disaksikan. Makam Abdullah Ibn Abbas sangat sederhana hanya ditandai tumpukan batu berukuran sedang. Tak ada hiasan apapun di makam tersebut. Tembok di sekeliling makam memiliki warna yang sama dengan warna tembok masjid yaitu kuning bersemu kecokelatan.
Sebagai salah satu sahabat kesayangan Nabi, Ibnu Abbas banyak menghabiskan waktu bersama Nabi Muhammad SAW. Suatu ketika Ia didekap oleh Nabi Muhammad SAW seraya nabi berdoa, “Ya Allah, ajarkanlah kepadanya hikmah,” katanya. Hikmah tersebut maksudnya adalah pemahaman terhadap kitab suci Al-Quran. Sebagai sahabat nabi yang sangat dekat dengan Rasulullah, Ibnu Abbas ini selalu mengiringi Rasulullah pergi kemana pun. Ia menyiapkan air wudhu untuk Nabi Muhammad SAW ikut shalat berjamaah dengannya, hingga mengikuti majelis-majelis ilmu. Dari kedekatan ini, maka Ibnu Abbas banyak meneladani sifat Rasulullah SAW.
Ketika Nabi Muhammad wafat, saat itu Ibnu Abbas baru menginjak usia sekitar 15 atau 16 tahun. Setelahnya, ketika Rasulullah telah tiada, tetap tidak menjadi kendala bagi Ibnu Abbas untuk terus bersyiar dan memperdalam ilmu agama Islam. Menghabiskan masa kecilnya bersama Rasulullah SAW, membuat Ibnu Abbas memiliki karakter yang cerdas, bijaksana, lembut, dan mampu menyelesaikan perselisihan.
Karena kedewasaan dan pengetahuannya yang luas, Ibnu Abbas mendapat julukan “pemuda yang matang”. Pendapatnya bahkan pernah dilibatkan dalam memecahkan persoalan-persoalan penting negara. Ibnu Abbas juga pernah menjabat sebagai gubernur Bashrah ketika masa kekhalifahan Ali bin Abi Thalib. Ibnu Abbas meriwayatkan lebih dari 1.600 hadist. Jumlah tersebut terhitung sebagai jumlah riwayat hadits terbanyak kelima setelah Aisyah. Ia juga turut terlibat berjihad seperti di perang Hunnain, Fathu Mekkah, Haji Wada, hingga Perang Jamal dan Shiffin bersama Ali bin Abi Thalib. Ibnu Abbas juga dikenal dengan banyak julukan yaitu Hibrul Ummah (pemimpin umat), Faqihul Ashr (orang yang paling pandai memahami agama di masanya), Imam Tafsir (ahli tafsir), al-Bahr (lautan karena luasnya ilmu).
