Kesempatan melakukan ibadah Umrah adalah kesempatan yang sangat istimewa. Tidak semua orang Allah mampukan untuk mengunjungi baitullah. Sebagai bentuk rasa syukur karena diberi kesempatan berumrah kita dapat melakukan beberapa amalan shunah di sana. Berikut amalan sunah di makkah dan madinah yang bisa dilakukan ketika melakukan perjalanan umrah.
Amalan di Makkah dan Madinah
1. Selalu jaga shalat 5 waktu
Shalat adalah pondasi utama bagi seorang muslim. Di hari akhir nanti, amalan yang pertama kali dihisab adalah Shalat. Sebagai muslim, kita butuh shalat. Namun tak banyak juga muslim yang tidak menjaga shalatnya, terutama ketika dalam perjalanan. Maka jagalah selalu shalat 5 waktu karena shalat dapat menghapus kesalahan.
وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِّنَ الَّيْلِ ۗاِنَّ الْحَسَنٰتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّاٰتِۗ ذٰلِكَ ذِكْرٰى لِلذّٰكِرِيْنَ
“Dirikanlah salat pada kedua ujung hari (pagi dan petang) dan pada bagian-bagian malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan baik menghapus kesalahan-kesalahan. Itu adalah peringatan bagi orang-orang yang selalu mengingat (Allah).” (Hūd [11]:114)
Bagi musafir (orang yang sedang dalam perjalanan), Allah memberikan keringanan untuk melakukan shalat dengan cara jamak dan qashar.
2. Shalat di awal waktu
Abdullah bin Mas’ud bertanya kepada Rasulullah SAW, “Amal apakah yang paling utama?” Beliau menjawab,
الصَّلاةُ لوَقْتِهَا
Artinya: “Shalat pada waktunya”
3. Jaga shalat berjamaah di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram
Rasulullah SAW bersabda,
صلاة الجماعة أفضل من صلاة الفذ بسبع وعشرين درجة
Artinya: “Sholat berjamaah lebih utama 27 derajat dibanding sholat sendirian.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam hadits lain disebutkan,
“Dari Ibn az-Zubair ra ia berkata, Rasulullah saw bersabda, bahwa shalat di Masjid-ku (Masjid Nabawi) ini lebih utama dibanding 1000 (seribu) shalat di masjid lain kecuali Masjidil Haram. Sedang shalat di Masjidil Haram lebih utama di banding shalat di Masjidku dengan kelipatan pahala 100.000 (seratus ribu shalat)”. (HR. Ahmad dan disahihkan oleh Ibnu Hibban).
4. Shalat sunnah rawatib
Dalam riwayat At Tirmidzi sama dari Ummu Habibah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ صَلَّى فِى يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ ثِنْتَىْ عَشْرَةَ رَكْعَةً بُنِىَ لَهُ بَيْتٌ فِى الْجَنَّةِ أَرْبَعًا قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ صَلاَةِ الْفَجْرِ
“Barangsiapa sehari semalam mengerjakan shalat 12 raka’at (sunnah rawatib), akan dibangunkan baginya rumah di surga, yaitu: 4 raka’at sebelum Zhuhur, 2 raka’at setelah Zhuhur, 2 raka’at setelah Maghrib, 2 raka’at setelah ‘Isya dan 2 raka’at sebelum Shubuh.” (HR. Tirmidzi no. 415 dan An Nasai no. 1794, kata Syaikh Al Albani hadits ini shahih).
5. Berdoa di tempat mustajab
Beberapa tempat mustajab di Makkah dan Madinah antara lain Multazam, Hijir Ismail, Rukun Yamani, Makam nabi Ibrahim A.S, dan Raudhah.
6. Shalat jenazah dan mengantarkan jenazah ke kubur
مَنِ اتَّبَعَ جَنَازَةَ مُسْلِمٍ، إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، وَكَانَ مَعَهُ حَتَّى يُصَلَّى عَلَيْهَا وَيَفْرُغَ مِنْ دَفْنِهَا، فَإِنَّهُ يَرْجِعُ مِنَ الأَجْرِ بِقِيرَاطَيْنِ، كُلُّ قِيرَاطٍ مِثْلُ أُحُدٍ، وَمَنْ صَلَّى عَلَيْهَا ثُمَّ رَجَعَ قَبْلَ أَنْ تُدْفَنَ، فَإِنَّهُ يَرْجِعُ بِقِيرَاطٍ
“Barangsiapa yang mengiring jenazah seorang muslim dengan sebuah keimanan dan mencari ridha Allah, orang itu mengiringi jenazah sampai shalat selesai dan sampai usai menguburkannya, ia pulang membawa pahala dua qirath. Setiap qirath itu sama dengan gunung Uhud. Dan barangsiapa yang menshalatinya lalu pulang sebelum dimakamkan, dia pulang dengan membawa satu qirath. (HR Bukhari: 47)
7. Belajar dan memperdalam ilmu agama di Masjid Nabawi
Dalam sebuah hadits disebutkan,
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ دَخَلَ مَسْجِدَنَا هَذَا لِيَتَعَلَّمَ خَيْرًا أَوْ لِيُعَلِّمَهُ كَانَ كَالْمُجَاهِدِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ
“Barang siapa masuk masjid kami ini (Masjid Nabawi) untuk belajar kebaikan atau mengajarkannya, maka ia seperti orang yang berperang di jalan Allah.” (HR. Ahmad, no. 8428)
Menuntut ilmu merupakan bagian dari jihad. Terlebih mendapat pahala menuntut ilmu di Masjid Nabawi merupakan momen yang sangat rugi jika dilewatkan.
Semoga dengan melakukan amalan sunah di Mekkah dan Madinah menjadikan ibadah Umrah maksimal.

